DISKUSI TEOLOGI: “SPIRITUALITAS HAMBA TUHAN BERDASARKAN KAJIAN TEOLOGIS KITAB DANIEL”
28/09/2019
Program pasca sarjana STTIAA telah melakukan kegiatan diskusi teologi dengan judul “Spiritualitas Hamba Tuhan Berdasarkan Kajian Teologis Kitab Daniel”, pada hari Rabu 18 September 2019. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama dengan GBI “Berkat Bagi Bangsa”, Surabaya. Mahasiswa pasca sarjana yang telah dilibatkan dalam kegiatan ini adalah Pst. Alex Bernhard Silmalipa, M.A sebagai moderator. Pdp. Antony Sanjaya Suwignyo, M.A sebagai penghubung dengan GBI Berkat Bagi Bangsa, serta Hizkia Iffanda dan Ibu Rita. Bpk. Kissinger Situmeang, M.Th selaku alumni S2 STTIAA telah memberikan pemaparan materi.
Topik diskusi teologi ini merupakan bagian dari mata kuliah “Interpretation and Theology of the Book of Daniel” yang diampu oleh Dr. Ana Budi Kristiani, S.Sn., M.M. dan hasil diskusi digunakan sebagai pengembangan mata kuliah tersebut. Kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) dan Penelitian. Peserta diskusi terdiri dari para hamba Tuhan di di Surabaya dan mahasiswa S2 STTIAA, GBI Berkat Bagi Bangsa serta beberapa anggota gereja lainnya. Kegiatan ini ditutup dengan penegasan topik oleh Dr. Ana Budi Kristiani, dalam beberapa poin sebagai berikut: (1) Bentuk-bentuk spiritualitas yang dilakukan oleh Daniel-Azarya-Hananya-Misael adalah belajar mengenal Allah, berdoa, meditasi, puasa, pantang makanan tertentu. Tindakan Spiritualitas ini pada umumnya dilakukan oleh Hamba Tuhan dan menghasilkan keintiman dengan Tuhan. (2) Tingkat Spiritualitas/keintiman umat percaya akan semakin sempurna melekat kepada Allah ketika mengalami penderitaan seperti Tuhan Yesus menderita dan tidak menyayangkan nyawanya. Seperti Daniel yang mengalami persekusi beberapa kali. (3) Umat yang ‘dipercaya’ oleh Allah akan mengalami keintiman yang melekat kepada Allah. Seperti Daniel yang dipercaya oleh Allah menerima perkara-perkara Ilahi. (4) Keintiman yang melekat pada Allah dimulai dari Allah yang turun menjangkau umat-Nya dan bukan hasil usaha manusia mendekat kepada Allah. Manusia berdosa tidak mampu mendekat kepada Allah.